Sabtu, 31 Mei 2014

EFEK NEGATIF DARI CAMERA 360


Smartphone sekarang sudah bertebaran di jagat bumi Indonesia ini, mau yang terkenal sampai yang tidak terlalu terkenal merknya pun kita bisa jumpai. Yang sedang naik daun sekarang adalah operating sistem milik Google, Android. Karena kebebasan yang diberikan Google untuk mengembangkannya. Salah satu aplikasi wajib yang harus ada di smartphone baik itu Android Google ataupun iOS milik Apple adalah Camera 360.

Siapa sih yang tidak kenal aplikasi yang satu ini. Sebuah aplikasi yang dapat merubah penampilan seseorang di photo menjadi 180 derajat ter-make over menjadi lebih baik dari segi kulit, tingkat kehalusan dan lain – lain, semua itu berhubungan yang bagus- bagus, dengan kata lain wajah impian jika saya gunakan bahasa saya. Aplikasi ini memudahkan semua orang untuk mengedit photo secara instan tanpa pengalaman pun bisa melakukannya sehingga mendapatkan hasil yang cepat dan instan hasilnya.

Menurut saya, aplikasi ini tidak masalah dengan segudang efek yang memudahkan kita untuk editing photo tapi ada beberapa efek negatif yang di timbulkan dari ke-enakan memakai Camera 360 seperti :

Malas – Kenapa saya bilang demikian? Karena dengan plugin yang bisa di bilang instan itu, kita akan malas untuk berfikir dan bertindak yang warna warni.
Kurang Kreatif – Kemudahaan yang diberikan akan memberi efek cepat dan langsung jadi akan berdampak malas dan kurang kreatif.
Menipu – Yang ini sering di pake sama cewek dan dengan bangganya memamerkan muka dengan hasil kreasi Camera 360, kenapa menipu? karena itu adalah impian di dunia khayal yang menurut saya tidak baik untuk psikologis dari yang menggunakannya.
Tidak bersyukur – Keadaan muka yang sebenarnya itu mencerminkan siapa kita, kenapa? Gak ada yang harus di tutupi dengan apa adanya kita, tanpa polesam Camera 360.
Itu hanya pendapat saya saja, jangan di masukkan ke dalam hati ya. Karena menurut saya semua hal itu punya dampak positif dan negatifnya.

Jumat, 30 Mei 2014

Adobe After Effect

AYO MULAI BELAJAR AFTER EFFECT DARI SEKARANG!!!


Saya mengenal adobe After Effect baru beberapa bulan yang lalu, dari sebuah buku yang mengulas tentang video editing. Memang nama after effect sudah saya dengar sebelumnya dari guru multimedia saya di sekolah. Tapi, saya kurang tertarik, kirain fungsinya sama saja dengan adobe premiere, powerdirector dan kawan-kawannya gitu.

Ternyata setelah baca sana-sini dan googling di internet, saya baru tahu kalau after effect bukan sekedar untuk mengedit video, tapi lebih kepada pemberian efek visual dan animasi pada video.

Biasanya, after effect ini digunakan untuk pembuatan iklan, intro film, dan pemberian efek pada video berdurasi pendek. Kita bisa lihat, di youtube banyak sekali video-video yang menggunakan after effect. Dan hasilnya sangat luar biasa, anda bisa membuat simulasi pada video seperti halnya film-film hollywood. Misalnya membuat kamehameha kaya dragon ballz, membuat efek peperangan berdarah yg real, intro film yang menakjubkan, dan lain-lain, dan lain-lain...

kalau agan gak mau ketinggalan zaman dalam urusan animasi, saya sarankan untuk mulai mempelajari dan mencoba after effect dari sekarang. Kenapa? Ya, seperti saya sebutkan diatas, diyoutube saja sudah banyak animator-animator dunia memilih after effect untuk program pengeditannya. Ini membuktikan bahwa adobe after effect sangat populer dikalangan animator.
Selain itu fasilitas di adobe after effect sangat banyak. Mulai dari pengaturan pergerakan, pencahayaan, kamera, objek 3d dan didukung oleh plugin yang sangat banyak. Untuk memulainya, agan bisa meluangkan waktu beberapa jam untuk mengenal tool-tool dan area kerja adobe after effect. Setelah itu, cobalah untuk mendalaminya dengan melihat tutorial tentang pembuatan berbagai animasi agar lebih memahami fungsi-fungsi lainnya. Tutorialnya bisa anda lihat di youtube atau jika ingin yang lebih bagus bisa anda lihat di video copilot. Jika sudah handal, dengan kreatifitas anda bisa membuat karya yang mengagumkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan uang!

7 Aplikasi Kamera Android Terbaik





Salah satu sisi Android yang berkembang paling pesat adalah kamera. Bukan hanya dari segi hardware saja, tapi juga dari segi aplikasi kamera yang bertambah canggih. Kini aplikasi kamera Android tidak seserdehana tekan, fokus, dan jepret saja, tapi telah berevolusi menjadi pengaturan ISO dan white balance yang rumit.

Kini banyak tersedia aplikasi kamera untuk Android yang menyediakan kerumitan tersebut guna mendapatkan hasil foto maksimal. Apabila Anda sedang mencari aplikasi serupa dan bingung dalam memilih manakah yang harus dicoba, berikut ini 7 aplikasi kamera Android terbaik.

1. Camera MX



unnsefsamed

Aplikasi kamera Camera MX jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis dalam daftar ini sedikit di atas rata-rata. Aplikasi ini tidak terlalu lengkap di bagian pengaturan gambar, namun ia memiliki kemampuan berbagi hasil foto lewat Google+ atau Instagram.

Fitur standar seperti zoom, flash, white balance, ISO, dan sebagainya telah hadir di aplikasi ini. Ditambah, Anda bisa memasang tema dan frame untuk membuat hasil foto sesuai dengan keinginan Anda. Saat Anda mengaplikasi kan filter, Anda dapat melihat terlebih dahulu bagaimana hasil foto tersebut sebelum Anda menangkapnya. Aplikasi kamera ini gratis tersedia di Google Play.

2. Camera Zoom FX



Camera-ZOOM-FX

Tidak seperti Camera MX dan aplikasi kamera lain di dalam daftar ini, aplikasi kamera ini lebih menekankan pada filter dan efek pengambilan gambar. Anda bahkan bisa menggabung-gabungkan filter yang ada menjadi filter baru ciptaan Anda sendiri.

Camera Zoom FX menyuguhkan banyak efek dan filter, dari efek penuh warna hingga hitam-putih klasik. Dengan adanya begitu banyak filter dan efek, aplikasi ini sangat menyenagkan untuk menangkap gambar-gambar kreatif. Aplikasi ini hadir di Google Play dengan harga $2.99.

3. Camera 360 Ultimate




Download-Camera360-Ultimate-Android-app

Camera 360 Ultimate adalah salah satu aplikasi kamera Android yang paling populer dan juga salah satu yang terbaik. Untuk sebagian besar pengguna Android, aplikasi ini sudah sejak lama menjadi pengganti aplikasi kamera bawaan Android. Hal ini sangat wajar karena Camera 360 Ultimate menyuguhkan fitur yang amat lengkap. Bahkan pengembangnya baru saja membarui aplikasi ini dengan pengaturan tambahan guna menyuguhkan pengalaman pengambilan gambar yang lebih baik.

Seperti aplikasi sejenis, aplikasi ini hadir dengan fitur standar, filter, efek, dan sebagainya. Sedikit kekurangan aplikasi ini adalah, Anda tidak bisa melihat hasil foto menggunakan efek sebelum Anda mengambilnya terlebih dahulu. Namun di luar itu, aplikasi kamera ini patut di acungi jempol. Camera 360 Ultimate tersedia di Google Play gratis.

4. Cymera




unnaaamed

Aplikasi kamera ini juga adalah salah satu yang paling populer dengan catatan download mencapai lebih dari 10 juta kali di Google Play. Tapi bukan hanya jumlah download yang patut disorot tapi juga ratingnya yang tinggi. Tidak seperti kebanyakan aplikasi kamera dalam daftar ini . Cymera memusatkan fitur pengambilan gambar khusus, seperti pengambilan foto wajah.

Namun tetap, aplikasi ini dapat berfungsi sebagai aplikasi kamera biasa dengan fitur standar, efek, dan filter serta fasilitas edit foto. Untuk mengambil foto wajah, aplikasi ini menggunakan pengaturan dan efek yang benar-benar berbeda dari fitur kamera standarnya. Jika Anda ingin mencobanya, Anda bisa langsung ke Google Play dan mengunduh aplikasi ini secara gratis.

5. GIF Camera


xl_GIF_Camera_main

Gambar GIF memang sudah menjadi bagian dari internet sejak lama. Gambar iklan bergerak, animasi singkat, dan sebagainya telah digunakan orang di internet berbagai tujuan. Serunya adalah aplikasi kamera Android ini memampukan penggunanya membuat animasi GIF dan caranya pun cukup mudah.

Anda cukup harus mengatur objek yang ingin Anda ambil gambarnya dan langsung mengambilnya. Setelah selesai, atur jumlah frame dan simpan. Anda bisa mendapatkan aplikasi kamera unik ini di Google Play secara gratis.

6. Otaku Camera


Otaku Camera adalah jenis aplikasi camera khusus seperti Cymera dan GIF camera. Hanya saja Otaku camera lebih bermain dengan efek manga dan anime, Aplikasi ini memiliki filter, frame, dan efek yang dapat merubah setiap foto menjadi gambar manga.

Bila Anda penggemar kartun jepang, tentu apliaksi kamera Android ini menjadi pilihan yang seru. Karena fungsi aplikasi ini sangat spesifik, maka memang apliaksi kamera ini hanya disarankan untuk penghobi anime atau manga saja. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis di Google Play.

7. Paper Camera


PaperCamera_article

Aplikasi ini juga salah satu yang paling banyak di-download di Google Play dan juga diberikan rating yang cukup tinggi. Namun memang agak aneh sebab kamera ini hanya menyuguhkan satu filter saja, tapi nampaknya banyak orang yang menyukai filter ini.

Memang aplikasi ini hanya memiliki satu filter saja namun Anda bisa mengubah suainya menurut kesenangan Anda. Aplikasi ini juga menampilkan preview sebelum kita mengambil gambar atau video, sehingga kita bisa tahu seperti apa hasilnya. Menunya pun cukup sederhana sehingga mudah untuk dioperasikan. Aplikasi ini tersedia di Google Play dengan harga $1,99.

Masing-masing aplikasi memiliki tujuan, kekurangan, dan kelebihannya tersendiri. Kualitas hasil foto juga tidak lepas dari cara kita mengambil foto tersebut. Dengan cara yang tepat mengambil foto menggunakan smartphone, maka hasil foto yang didapat akan lebih maksimal. Mengenai manakah aplikasi kamera yang terbaik, kita tidak bisa menilainya, hanya saja menurut rating dari Google Play yang dilansir AndroidAuthority.com dapat diurutkan sebagai berikut.

Leaderboard-Article



Rating ini berdasarkan penilaian dari pengguna Android yang sudah mencoba aplikasi ini. Bila Anda sudah mencoba aplikasi-aplikasi ini mungkin hasilnya akan berbeda, menurut Anda manakah yang terbaik? (LH)

8 Tips Memotret Panning


Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:


1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera          diantara angka tersebut
4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning  sehingga hasil blur dari background makin menarik)
5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil  fokus.
6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil  foto yang tidak menarik
7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil  eksposur
8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!

sekian semoga bermanfaat ya kawan :)


Memotret sunrise dan sunset (sebenarnya gak ada bedanya dari sisi fotografi, yang beda cuma sunrise lebih dingin dan sepi daripada sunset, dan yang satu terbit dan yang lainnya tenggelam he he he). Persiapan yang dibutuhkan tentunya adalah memeriksa lokasi di hari sebelumnya, arah matahari dan sebagainya. Peralatan utama yang dibutuhkan adalah kamera, tripod, dan senter.
Setelah tiba dilokasi, hal yang pertama dilakukan tentunya mencari lokasi yang bagus dan aman untuk memotret. Setelah ketemu, baru pasang kamera di tripod. Kalau bisa jangan kebalikannya, kalau keburu pasang tripod dulu biasanya kita sudah malas bergerak mencari posisi yang lebih bagus.



Mode dan setting exposure kamera
Mode kamera yang saya gunakan adalah mode manual (M). Pastikan AUTO ISO dalam kondisi OFF. Rugi dong, kalau ternyata AUTO ISO kamera memilih ISO yang terlampau tinggi karena mendeteksi pencahayaan yang gak begitu terang. Setelah itu saya akan set ISO rendah, sekitar 100/200 (tergantung kamera masing-masing). Dengan ISO rendah, kualitas fotonya paling bagus :)
Bukaan favorit saya adalah sekitar f/8 sampai f/16.  Dengan bukaan yang relatif kecil, ruang tajam menjadi besar dan pemandangan yang luas bisa tajam semua. Setelah itu, saya tinggal atur shutter speed sampai lightmeter jatuh di titik nol saat saya menekan setengah tombol shutter/jepret. Biasanya shutter speed akan jatuh lebih lambat dari satu detik sesaat sebelum matahari terbit.
(Sumber bacaan: Untuk mengenal istilah fotografi seperti mode kamera, ISO, bukaan dll silahkan mampir ke halaman top post kategori dasar fotografi)
Untuk fokusnya, saya mencoba autofokus, tapi kalau langit masih gelap dan kamera gagal mengunci fokus, saya akan set lensa/kamera ke manual fokus, dan mengunakan live view (komposisi dengan layar LCD) dan kemudian mencari fokus dengan memutar barrel fokus di lensa.
Lalu saya akan mengambil test shot, kalau terlalu terang atau gelap, saya akan ganti nilai shutter speednya supaya hasilnya sesuai keinginan saya. Asyiknya kamera digital jaman sekarang memberikan hasil foto langsung di layar LCD jadi tidak ada salahnya mencoba-coba setting yang berbeda-beda.
Idealnya mengunakan self-timer atau exposure delay supaya saat kita menekan tombol shutter, kamera tidak goyang dan hasil foto tajam. Remote dan cable release, dua aksesoris pembantu dapat membantu.
Kalau pemandangannya mencakupi sesuatu yang bergerak, contohnya ada orang seperti nelayan, fotografer, satwa, dll, maka shutter speednya gak boleh terlalu lambat (lebih dari satu detik) karena subjek yang bergerak itu akan tidak tajam. Kalau bisa, kita gunakan shutter speed cukup cepat, contohnya 1/15 detik atau kalau bisa 1/100 detik lebih ideal lagi. Untuk mendapatkan shutter speed cepat tanpa membuat hasil foto gelap, naikkan nilai ISOnya.
Filter atau tidak?
Filter seperti GND (graduated neutral density) biasanya digunakan untuk menyeimbangkan pencahayaan langit dan bumi saat sunset dan sunrise. Saya sendiri sukanya tidak mengunakan filter GND dan membiarkan bagian foreground gelap/siluet. Supaya kesannya lebih alami dan bentuk-bentuknya lebih menonjol. Alasan lain adalah tanah di tepi danau itu kotor, banyak sampah plastik bekas turis :( Dan alasan lainnya, filter GND repot dipasang dan yang berkualitas tinggi cukup mahal dan mudah rusak.
Alternatif lain jika ingin langit dan buminya seimbang yaitu mengaktifkan fitur yang dinamakan Active D Lighting (Nikon), Auto lighting optimizer (Canon). Ada juga kamera yang kini memiliki fitur Built-in HDR. Saat fitur ini aktif, kamera akan otomatis membuat dua gambar dan menggabungkannya langsung menjadi satu.
Cara lainnya yaitu membuat dua atau lebih dari dua foto yang terang gelapnya berbeda-beda lalu menggabungkannya dengan software pengolah HDR seperti Photomatix atau Photoshop CS. Saat mengunakan teknik HDR, kita wajib mengunakan tripod supaya foto akhir tidak berbayang dua.
Keterangan foto di atas
Foto diatas saya buat saat tur fotografi di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Pagi-pagi sekitar jam 5.30 WIB. Saat ini biasanya disebut twilight hour / blue hour, menjelang matahari terbit. Secara komposisi saya mencoba membuat komposisi yang seimbang dengan adanya dua pohon disebelah kiri dan kanan. Siluet fotografer dan perahu diseimbangkan dengan dua perahu di sebelah kanan. Lensa lebar digunakan untuk membuat kesan luas berdimensi.
ISO 200, f/8, 1/2 detik, 16mm, kamera full frame (10mm untuk kamera bersensor APS-C), krop dengan aspek rasio 16:9
Saya mengunakan ISO 200 supaya saya bisa mendapatkan shutter speed 1/2 detik, cukup supaya orang-orang ditepi danau tidak blur, dan kualitas foto masih terjaga.
Keterangan foto dibawah
Foto dibawah kondisi sudah sangat gelap karena matahari sudah tenggelam sekitar jam 18.15. Untuk membekukan gerakan nelayan yang sedang menjala ikan, saya mau gak mau harus pakai shutter speed tinggi. Caranya saya naikkan ISO ke 6400 kemudian gunakan bukaan terbesar, yaitu f/1.4. dan dari dua setting tersebut, saya mendapatkan shutter speed 1/125 detik. Lumayan untuk membekukan subjek foto.
Selain nelayan, saya memasukkan elemen foreground yaitu pohon di tepi waduk Jatiluhur. Lampu-lampu kuning dan refleksinya dari seberang waduk yang memberikan efek visual tambahan yang menurut saya cukup menarik.
ISO 6400, f/1.4, 1/125 detik, 85mm (di full frame, kira-kira 60mm di sensor APS-C), krop dengan aspek rasio 16:9



–
Infofotografi secara rutin menyelenggarakan pelatihan dasar fotografi, pengenalan kamera, dan tur fotografi untuk mengasah ilmu dan praktis. Tempat terbatas dan sering terisi penuh dari jauh hari. Jangan lewatkan kesempatan belajar bersama-sama.

5 Tips & Teknik Fotografi Siluet



Fotografi siluet berarti memotret objek di depan latar belakang yang terang. Objek ditempatkan sedemikian rupa sehingga bentuknya hanya berupa bayangan gelap. Umumnya siluet dipotret di depan matahari atau sumber cahaya lainnya, tapi ada juga yang diambil di dalam air. Objeknya dibiarkan hitam dan dimunculkan hanya lewat outlinenya saja. Fotografi siluet adalah teknik yang luar biasa untuk menggambarkan misteri atau emosi lewat cara yang sederhana namun efektif.



Satu hal tentang fotografi jenis ini adalah bahwa sebuah siluet tidak menampakkan foto dengan banyak detil tapi menyerahkan sebagian dari fotonya untuk imajinasi orang yang melihat. Banyak fotografer pemula yang ingintahu bagaimana caranya membuat siluet yang bagus. Berikut beberapa teknik yang bisa membantu untuk mendapatkan sentuhan ajaib dalam menangkap bayangan.

Mengatur Objek

Hal pertama dan paling dasar yang harus diingat adalah -tentu- menempatkan objek di depan cahaya yang terang. Siluet yang bagus bisa dihasilkan saat hanya ada satu sumber cahaya dibelakang objek. Cahaya terang ini harus tertutupi oleh objek untuk menjaga rasio exposure. Pilihlah objek yang bentuknya jelas dan tajam bila diletakkan di depan cahaya. Jika objeknya manusia, kamu bisa coba menonjolkan bentuk wajahnya (hidung, bibir, bulu mata, tangan). Kamu juga bisa coba memisahkan outline detil dari objek daripada membuatnya lurus datar. Dengan begitu foto siluetmu akan lebih menarik.

Pencahayaan Pada Fotografi Siluet

Tentang pencahayaan, kamu harus memastikan bahwa built-in flash pada kameramu dimatikan. Coba perbaiki pencahayaan pada background daripada objek, karena objek memang harus dibuat gelap tanpa merusak latar belakangnya. Jika ada terlalu banyak cahaya, maka ia akan menerangi objek dan membuat detilnya terlihat, bukan bayangan. Sebaliknya, jika tidak ada cukup cahaya, maka latar belakang akan tampak abu-abu dan merusak siluet. Cara terbaik untuk mengatur pencahayaan semacam ini adalah memastikan backgroundnya lebih terang daripada objek.

Karena sebuah siluet yang total adalah foto yang tajam dan kuat, kamu juga bisa mempertimbangkan siluet parsial dimana ada sedikit detil dari objek yang tersentuh cahaya. Ini akan membuat siluetnya tampak lebih tiga dimensi dan nyata.

062

Kuncilah Exposure

Saat kamu sudah menetapkan objek pada posisi yang pas serta mengatur pencahayaan, langkah selanjutnya adalah mengatur frame dan mengunci exposure berdasarkan background, bukan objek. Kamu bisa melakukan ini dengan mengarahkan metering kamera ke bagian terang pada foto dan mengambil pembacaan exposure dengan menekan tombol shutter setengah jalan (dan jangan dilepas). Dengan melakukan trik ini, kameramu akan berpikir bahwa bagian yang lebih terang pada foto terletak pada bagian mid tone. Kemudian bagian yang lebih gelap akan terekspos sebagai bayangan. Sementara itu, tetaplah ingat bahwa pengukuran shutter harus diambil jauh dari cahaya terang matahari atau sumber cahaya lainnya untuk mendapatkan exposure yang tepat.
Cara ini akan membuat objek under-exposed dan gelap bahkan benar-benar hitam. Beberapa kamera digital punya mode metering ‘spot’ atau ‘centered’ yang bisa kamu gunakan untuk membantu mendapatkan exposure dasar untuk seluruh siluet. Juga pastikan tidak ada sumber cahaya antara kamera dengan objek.

Tajamkan Fokus Pada Objek

Fokuslah pada objek dan bukan background. Ini akan memastikan objek tampil lebih tajam, tidak buram, dan memberikan perspektif bagi siluetnya. Mendekatlah pada objek agar kamu bisa menempatkan cahaya yang paling kuat di belakang objek dan kamu bisa mengganti sudut pengambilan foto untuk mendapatkan variasi. Jika kamu dan objek sama-sama tidak bisa bergerak, maka cobalah zoom.

Tips Terakhir

Kebanyakan fotografer menggunakan waktu sekitar matahari terbenam karena saat itu matahari membuat langit tampak lebih terang dibandingkan keadaan sekitarnya dan bisa menghasilkan kontras yang lebih baik. Beberapa fotografer menggunakan aperture sempit (angka f/stop tinggi) untuk bisa menangkap seluruh pemandangan dalam fokus. Gunakan mode Aperture Priority supaya kamu bisa mengontrol bukaan aperture dan menyerahkan kecepatan shutter speed pada kamera. Direkomendasikan juga untuk menggunakan lens hood agar lens flare tidak masuk dalam frame.

20 Tips Foto Portrait





Foto portrait, foto potret atau foto wajah seringkali adalah foto yang paling sering kita hasilkan. Kalau anda memiliki keluarga, saya yakin merekalah obyek foto yang paling sering ada dan mudah tersedia. Begitu juga kalau anda memiliki pacar, sahabat dll. Dalam artikel ini akan kita bahas 20 tips foto portrait. Silahkan:Silahkan:

1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.

Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka.

Jongkoklah dan buat lensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka. Baca juga tips memotret anak-anak.

3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.

Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.

4. Hindari penggunaan on-camera flash.

On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras.

5. Overexpose foto dengan sengaja.

Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose sengaha ini juga sering disebut high key.

6. Ajak bicara obyek foto.

Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal :”Dulu saat masih kecil aku suka mencuri buah di halaman rumahmu loh?” atau “Aku lihat nilai UN kamu 9 semua, gimana caranya?”. (Garing banget ya? saya tahu saya memang garing)

7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya.

Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya.

8. Ketahui tujuan pemotretan.

Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya.

9. Memotret di siang bolong tidak masalah asal anda tahu triknya.

Untuk memotret di siang bolong, posisikan obyek foto membelakangi matahari, lalu gunakan mode spot metering (baca tentang metering). Ambil pengukuran di area mata atau hidung lalu potret. Background akan overexposed, tapi wajah akan bagus.

10. Buat komposisi lalu fokus dan bukan sebaliknya

Aturlah komposisi foto, kalau anda sudah mantap barulah ambil fokus di area mata lalu baru foto.

11. Kasih si model mainan.

Menjadi obyek foto alias model itu bukan pekerjaan gampang, kalau kita memotret ukurannya jelas: eksposur-komposisi-cahaya dll, kalau model tidak ada yang terukur pasti. Hanya ada mereka versus si fotografer + lensa moncong besar. Untuk membantu mereka rileks, bawalah beberapa prop (dari property), misal: bunga, topi, permen karet, mainanan anak, kursi, buku dll. Dengan begitu mereka bisa bermain-main dengan prop tadi dan menjadi rileks.

12. Saat memotret kelompok, arahkan fokus di orang yang terdekat dengan kamera.

Anda akan menyesalinya jika tidak, arahkan fokus di muka orang yang terdekat dengan kamera. Kalau andamengarahkan fokus di tempat lain, biasanya wajah orang terdekat akan sedikit tidak fokus jika kita menggunakan aperture besar.

13. Periksa ketajaman foto dengan mengecek bulu mata.

Agak susah mengecek tajam tidaknya foto dari LCD kamera, tapi tetap bisa dikerjakan. Zoom foto semaksimal mungkin lalu scroll ke arah bulum mata atau alis. Kalau anda bisa melihat masing-masing bulu mata terlihat tajam berarti foto anda akan super tajam, kalau tidak, jangan malas… ulangi. (baca tips agar foto selalu tajam)

14. Kalau anda hobi foto portrait, beli vertical grip.

Selain memberi ekstra batere, vertical grip juga sangat memudahkan kita dalam mengkomposisi foto dengan orientasi vertikal. Selain itu tangan menjadi lebih lincah saat beroperasi dalam orientasi vertikal.

15. Untuk foto candid, gunakan lensa tele.

Untuk membuat foto candid yang baik, anda harus “menghilang” dari lokasi. Artinya orang tersebut tidak akan begitu sadar akan keberadaan anda mengincar wajahnya. Dalam sebuah acara: wedding, pesta atau kumpul-kumpul, keluarkan lensa tele anda dan “menghilanglah” dari lokasi. Anda bisa memotret orang tersebut dari kejauhan tanpa dia menyadarinya sehingga ekspresinya benar-benar lepas dan spontan.

16. Untuk foto portrait jalanan (street), gunakan lensa kecil dan kamera kecil.

Berkeliaran dijalan atau pasar dengan lensa monster dan kamera kelas kakap akan membuat nervous orang-orang, maka gunakan lensa dan kamera yang tidak terlalu mencolok.

17. Beromunikasilah secara jelas.

Kemampuan berkomunikasi secara jelas adalah syarat penting untuk fotografer portrait. Interaksi yang baik dengan model akan membantu kita menghasilkan foto yang bagus, begitu pula saat mendiskusikan konsep pemotretan, menentukan lokasi, jenis pakaian dll.

18. Manfaatkan reflektor cahaya alami.

Saat memotret di pantai dengan pasir putih, pasir putih adalah reflektor alami yang bagus. Saat memotret di kota, kita bisa memanfaatkan mobil warna silver atau tembok. Saat memotret di danau, air adalah pemantul cahaya alami. Jangan menyerah jika anda lupa membawa atau memang tidak punya reflektor.

19. Tunggu saat mendung.

Saat mendung adalah saat yang bersahabat bagi fotografer portrait. Mendung membuat cahaya matahari menjadi rata dan lembut karena mendung menjadi reflektor raksasa di atas sana.

20. Saat memotret anak-anak yang bermain, gunakan continous mode.

Memotret anak-anak yang sedang main bola, berlarian atau bermain lompat tali membutuhkan kecepatan. Gunakan shutter priority, set shutter yang cepat. Lalu ubah mode ke continous mode.